Puisi Modern 2 Agustus 2010
Posted by smana in Puisi.trackback
HIDUP BAGAI DEBU
Hidup penuh belenggu
Tidak selamanya bahagia
Kadang hati menangis
Merintih, kesakitan
Kadang pula hati tertawa
Tersenyum bahagia
Hari demi hari telah dilewati
Masalah kian datang
Silih berganti
Aku berfikir
Untuk apa hidup aku selama ini
Berarti ataukah sia-sia
Aku merasa seperti orang yang tak berguna
Saat ku melakukan kesalahan
Aku berdoa kepada Tuhan
Apakah aku masih pantas hidup di muka bumi ini?
Aku bingung apa yang harus aku perbuat
Sedangkan umurku
Semakin hari semakin bertambah saja
Yang tak luput dari perbuatan dosa
Hidup bagai debu
Yang berhamburan di mana-mana
Mengotori ruangan di setiap sudutnya
Meski sudah dibersihkan
Namun tetap ada
Karya: Ulil It Cony
XII IS 1
Tahun Ajaran : 2009/2010
Risau
rebat rabut hati mu
rentang retak jiwa mu
ulum mengampis
sial siul berlalu
hentak retak dan retak
tumpang tindih saling mengampit
hancur biru jadi satu
rasa,asa,tiada tara
kembang kempis bagai haru
menjelma menjadi satu
dia?
datang!
dia?
hilang!
dia?
berlalu
kembali
dia?
mangikuti waktu.
WAHYANIE (AIIA)
XII IS 4
2009/2010



Komentar»
No comments yet — be the first.