jump to navigation

Puisi Modern 2 Agustus 2010

Posted by smana in Puisi.
add a comment

HIDUP BAGAI DEBU

Hidup penuh belenggu
Tidak selamanya bahagia
Kadang hati menangis
Merintih, kesakitan
Kadang pula hati tertawa
Tersenyum bahagia

Hari demi hari telah dilewati
Masalah kian datang
Silih berganti

Aku berfikir
Untuk apa hidup aku selama ini
Berarti ataukah sia-sia

Aku merasa seperti orang yang tak berguna
Saat ku melakukan kesalahan
Aku berdoa kepada Tuhan
Apakah aku masih pantas hidup di muka bumi ini?

Aku bingung apa yang harus aku perbuat
Sedangkan umurku
Semakin hari semakin bertambah saja
Yang tak luput dari perbuatan dosa

Hidup bagai debu
Yang berhamburan di mana-mana
Mengotori ruangan di setiap sudutnya
Meski sudah dibersihkan
Namun tetap ada

Karya: Ulil It Cony
XII IS 1
Tahun Ajaran : 2009/2010

Risau

rebat rabut hati mu
rentang retak jiwa mu
ulum mengampis
sial siul berlalu
hentak retak dan retak
tumpang tindih saling mengampit
hancur biru jadi satu
rasa,asa,tiada tara
kembang kempis bagai haru
menjelma menjadi satu
dia?
datang!
dia?
hilang!
dia?
berlalu
kembali
dia?
mangikuti waktu.

WAHYANIE (AIIA)
XII IS 4
2009/2010

EJAAN BAHASA INDONESIA 2 Agustus 2010

Posted by smana in Uncategorized.
add a comment

Salah satu Tata bahasa, aturan penggunaan, bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah ejaan. Kalau kamu memang sudah menguasai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), cobalah Tes kemampuan Anda dengan kuis Ejaan yang dapat Anda download (unduh) di sini. Untuk siswa SMANA, segera laporkan persentase prestasi Anda mengerjakan kuis EYD 100 soal dalam waktu berapa menit ke email: sutoro15@yahoo.co.id dengan menuliskan nama, kelas, no.abs. Selamat mencoba

PAGELARAN SENI KELAS XI 2009/2010 27 Mei 2010

Posted by smana in Galery Foto.
add a comment

JANGAN TAKUT MENULIS PUISI 12 Mei 2010

Posted by smana in Prosa.
add a comment

Kadang kita tidak yakin kalau puisi kita pantas dibaca orang lain. sehingga terkadang kita malu meng-upload puisi-puisi kita di internet. Sebab jelas puisi yang ditayangkan lewat internet bakal dibaca orang sedunia. Tentu ada yang suka dan tidak suka.

Bagi yang satu visi dengan Anda, tentu akan memuji. Namun tidak sedikit, yang tidak satu pandangan dengan Anda. Mereka tentu akan mencemooh. mencela segala sisi kelemahan Anda tulisan Anda.

Bagi Anda yang pemula, tidak usah berkecil hati. Dinamika kehidupan di dunia ini banyak variasinya. Banyak sisi kehidupan yang orang lain tidak pernah menjumpainya, tidak pernah merasakannya, apalagi kehidupan batin seseorang. Maka sangat wajar kalau pengalaman hidup Anda merupakan barang asing bagi orang lain. Dan pada akhirnya karya Anda akan dicela. Lihat saja dibeberapa komentar puisi di blog ini. Ada yang menyenangkan tapi ada juga yang tidak menyenangkan. Sengaja kami tampilkan. Bukan untuk mematahkan semangat, namun untuk memacu semangat agar, kita mau memperbaikinya. Kita justru berterima kasih pada mereka karena mereka tidak bosa-basi pada kita. Dan telah menunjukkan kelemahan puisi kita. Bukankah kita jadi tahu bahwa kita pun mempunyai kekurangan? Mari kita perbaiki lagi.

Di sisi lain, orang yang mencela karya kita barang kali karena imajinasi Anda justru sudah lebih tinggi, dan orang lain belum sampai setaraf dengan imajinasi Anda. Ya, ini tentu orang itu tidak bisa menikmatinya.

Kreativitas orang tidak perlu Anda protes. Itu hak orang lain untuk berimajinasi. Saya tidak pernah mendengar orang protes mengapa Dora Emon terbang dengan baling-baling bambu. Tidak pernah protes Kantung saku sekecil itu dapat mengeluarkan segala alat dan teknologi yang dapat memecahkan berbagai problema.

Jadi yakinlah karya Anda akan bermanfaat dalam dunia sastra kita. Jangan ragu-ragu untuk mencipta. Cobalah renungkan semboyan “tatkala Anda menjadi sastrawan, Anda jangan menjadi teknokrat”. Apa maknanya? Tatkala Anda mencipta karya sastra, baik itu puisi maupun prosa, setiap baris/kalimat yang Anda cipta, jangan terus ditentang sendiri dengan logika. Apa masuk akal atau tidak? Tidak perlu dihakimi sendiri. Biarkan pembaca yang akan mengartikannya. Biarkan pembaca yang akan memaknai tulisan itu.

Satu pengalaman yang pernah saya amati. Suatu saat beberapa siswa ingin mengirimkan puisinya ke Majalah Kaki Langit – Horison. Sebelum dikirim sempat saya baca dulu. Ada yang menurut saya baik, ada pula yang saya pandang kurang baik. Ternyata ada puisi yang menurut saya kurang baik, justru diterima dan dimuat di Kaki Langit. Saya mengakui bahwa imajinasi saya berbeda dengan imajinasi siswa saya. Oleh sebab itu saya sangat menghormati karya siswa.

Maka sekali lagi, marilah kita mencoba jangan takut mencipta. Karena siapa tahu ciptaan kita akan dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya karya yang lebih besar. Baik itu karya sastra, karya teknologi. Selamat berkarya.

Penulis :  Sutoro

Kegiatan Dalam Gambar 12 Mei 2010

Posted by smana in Galery Foto.
Tags:
add a comment

Dinamika Kegiatan Siswa SMA Negeri Ajibarang

PUISI REMAJA 7 November 2009

Posted by smana in Puisi.
add a comment

Sendiri

 

Balutan Salju mendekap dalam kesendirian

Dinginnya sapa tak tertuturkan

Ramahnya salam telah terabaikan

 

Aku melangkah di hamparan padang belukar

Berjalan diterangnya api yang membakar

Tetap sama,  sendirian

tak ada teman, tak ada kawan

 

Kesesakan pilu kalbu tak menembus aura tawa

Tak kuasa menerobos ceria nan canda

Duduk terbaring, semua dalam balutan duka…

Sendiri…

Mati…

Dan tetap begini…

 

Mengapa es tak ada dalam sahara…?

Mengapa api tak ada dalam samudera..?

Mengapa perbedaan selalu dikucilkan..?

Dan mengapa persamaan tak menggerakan persahabatan..?

Dalam terangnya kegelapan….

Dalam bisunya harapan…

Dalam hampanya keputusasaan…

tetap sama dalam kesendirian…

 

Sambirata, 1 November 2009

Guru Bahasa Indonesia SMAN Ajibarang 17 Oktober 2009

Posted by smana in Galery Foto.
Tags: , ,
add a comment

PUISI 2009 16 Agustus 2009

Posted by smana in Puisi.
3 comments

Hening…..

hanya seberkas cahaya bulan……..

Foto Wahyu Singgih

Wahyu Singgih

menyinariku di bawah langit malam…

meringkuk aku….

diam terpejam….

aku masih terjaga…….

rasakan pedihnya luka..

menahan rintihan kerinduanku padamu yang tak pernah habis…..

aku tanpa daya….

tanpa siapa pun….

menjerit.. lemah….

di atas tanah beku..

hanya cahaya remang….

benar-benar remang….

dengan gelap memeluk…

meremasku mati………..


tanpa kau perduli……

Wahyu Singgih Prasetyo,
XII IS-2 / 37 SMANA 09/10

Perjalanan Sebuah Pisau 23 Februari 2009

Posted by smana in Prosa.
Tags: , , ,
add a comment

Aku diciptakan sebagai sebuah benda yang manfaat, diciptakan dari tangan-tangan perkasa dipanaskan dari sebuah bara yang sarat akan panas. Mungkin panasnya seperti api neraka, mungkin. Aku dibuat dengan penuh kesabaran, keringat bercucuran dari seorang tua yang walau rapuh ia terus membuatku dengan penuh tekun. Dan akhirnya aku pun lahir sebagai sebilah pisau yang gemerlap karena logamku berkilauan. Tajam dan garang. Aku dilahirkan sebagai pisau dapur.

Suatu hari aku dibeli oleh seorang koki yang bekerja di hotel berbintang. Inilah awal perjalanan hidupku. Aku dibawa oleh mobil mewah yang akhirnya sampai di pelataran hotel. Dengan hati-hati aku dibawa ke dapur yang begitu luas. Koki gendut itu langsung mencuciku dengan sabun yang baunya membuatku melayang, menjadikan tubuhku bersih dari racun-racun bara yang telah membakarku. Aku dikeringkan dengan handuk yang mungkin tidak sembarang handuk. Mahal harganya. Aku disimpan di sebuah lemari kecil. Begitu aku masuk, banyak sekali temanku yang disimpan di sini.

Aku melihat mereka tampak lebih berkilau daripada aku. Sudah beberapa hari ini aku belum juga digunakan. Entahlah mungkin aku tak sebagus mereka, jadi para koki itu tidak tertarik padaku.

Akhirnya penantianku telah berakhir. Koki berkumis itu membawaku dan aku langsung digunakannya untuk memotong berbagai sayur mayur. Di dapur inilah berbagai masakan lezat ala resto bintang lima. Tiba-tiba koki berkumis itu berhenti memotong wortel yang akan dibuat tjap tjay barangkali.

Ada pertengkaran antara si kumis dan koki gendut yang dulu membeliku. Keduanya sangat mempertahankan ego masing-masing. Lantas aku disembunyikan di baju koki berkumis itu, tak tahu dibawa ke mana aku pergi.

Aku mendengarkan bualan-bualan setan mereka berdua, si kumis dan si gendut. Ruangannya terasa dingin olehku, juga gelap. Aku digenggam oleh si kumis dengan perlahan hati-hati.

Tiba_tiba aku ditusukkan tepat ke jantung si gendut. Dengan tergesa-gesa kumis mebawaku pergi dari resto penuh kebiadaban itu. Aku dibuang dipinggiran sungai dan akhirnya dibuang juga.

Entahlah, sudah berhari- hari aku terombang ambing oleh arus Ciliwung ini. Dan akhirnya aku ditemukan oleh orang jalanan. digunakannya aku untuk merampok, lagi-lagi aku juga digunakan untuk menusuk korbannya. Mati juga ibu tua itu olehku, oleh orang brandal itu. Aku digeletakkannya di tempat kejadian. Paginya aku dipungut oleh petugas kepolisian. Aku sekarang terbungkus plastik dan tersimpan sebagai barang bukti di pengadilan. Kini perjalananku berakhir ditumpukan kumpulan barang bukti di kantor polisi. Berkarat, teronggok, tak berdaya selamanya.

Dilahirkan sebagai pisau pembunuh, yang sarat dengan darah, yang tak berdosa, di “hidup”ku. Tak berdaya inilah hidupku si pisau bengis yang tak disengaja.

Witanti Azizah

XII IPS 4 (2008/2009)

Doa tuk Palestina 15 Februari 2009

Posted by smana in Puisi.
Tags: , , , ,
add a comment

Untukmu Palestina

Andai aku tahu apa itu perjuangan
tak hanya diam menunggu tuk reda

FOTO BAKSOS PEJOGOL

FOTO BAKSOS PEJOGOL

Palestina kian lebur menjadi darah yang berceceran tanpa dosa,

suci
keringat kian bercucuran tiada berkesudahan
Lazuardi gelap seakan dukana terlalu dalam
melintang terus menghujam kami umat muslim dunia
terdiam hanya melihat,menonton,menangis,perih kemudian sepi
maafkan hanya doaku yang kupersembahkan
Paradisa kan menunggu Palestina
setelah dunia ini tiada,janji doaku
diiringi tangis pedih.

Oleh:

Witanti Azizah

XII IPS 4 08/09

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.